I Made Riko Adi Saputra. Powered by Blogger.

Wednesday, 30 May 2012

Sekilas tentang pembentukan panitia HBC 2012


Sudah lama ya tidak posting. Mungkin karena saya sedikit disibukkan oleh tugas kuliah dan beberapa kepanitian yang saya ikuti. Mulai dari UNIKAHIDHA, TIF dan OR Organisasi lain . Disini saya ingin sedikit cerita tentang pengalaman saya sebagai panitia, yang baru saja berakhir. Sebenarnya belum berakhir secara penuh sih, karena masih ada tanggung jawab berikutnya yaitu LPJ dan pembubaran panitia.
Langsung saja ya ^^
Sekitar 3,5 bulan yang lalu, angakatan 2011 sudah di berikan kesempatan untuk menggagas sendiri konsep acara untuk inagurasi maba 2011. UNIKAHIDHA melalui PSDMnya menjaring orang-orang yang akan dijadikan panitia inti dalam inagurasi ini. Awalnya saya tidak peduli dengan pengumpulan konsep tersebut “ah palingan sudah ada orang yang punya konsep yang bagus, nanti tinggal dijalanin saja”. Sampai H-3 deadline pengumpulan konsep, saya mendapat kabar dari Nana (Kating 2011), katanya baru 2 orang yang mengumpulkan, dan itu masih sangat kurang. Pada waktu itu saya dipaksa oleh dia untuk ikut mengirim konsep untuk Inagurasi 2011. Tapi waktu itu tidak langsung saya buat, karena saya masih sibuk dengan sosialisasi ke SMA-SMA yang ada di Denpasar. Sore hari, pada hari deadline. Saya ditanyakan lagi oleh Nana, “Gimana ko? Sudah kirim konsep?”. Saya jawab “Sudah!”. Padahal waktu itu belum satu katapun saya tulis untuk konsepan tersebut. Nah dari sanalah saya berfikir, biar tidak mejadi omongan belaka, harus saya buktikan. Saya mulai menulis, HBC 2012. Mungkin konsepannya terlalu sederhana dan belum matang. Tapi saya kirim saja ke email salah satu PSDM.
Sekitar akhir Februari, saya mendapat sms untuk memaparkan konsep yang telah dibuat di depan kakak-kakak PSDMnya. Pada waktu itu saya tidak sendirian, ada 5 orang kalau tidak salah (mungkin datanya kurang valid). Dan saya merupakan orang terakhir yang masuk ruangan. Pada saat masuk ruangan, ternyata itu tidak sekedar pemaparan konsep, tetapi sekaligus Fit and Proper Test untuk kepanitiaan inagurasi 2011. Yak, saya memang kurang persiapan. Banyak pertanyaan yang saya jawab ngawur dan kurang memuaskan buat mereka. Tapi disana saya merekomendasikan nama yang lain untuk mengikuti FnP hari berikutnya.
Alhasil terbentuklah 12 Panitia inti inagurasi 2011, kami disuruh menyatukan konsep, dan kami sepakat mengambil Hindu’s Brahmacarya Competition 2012 sebagai konsep acara kami. Dari 12 orang tersebut kemudian dibentuk panitia inti dengan susunan :
Kapel                          : I Putu Khrisnayudi Widia
Wakapel                      : Dewa Ayu Kadek Dwi Ariyani
Sekpel                         : Kadek Nova Prayadni Dewi
Bendahara                   : Ni Kadek Nensi Dwi Pratiwi
Kodiv Acara                : I Made Riko Adi Saputra
Kodiv PDDM              : Putu Agus Niarta
Kodiv Humas               : Ni Putu Gianitri Widyashanti
Kodiv Sekad                : Ni Made Ayu Octaviana
Kodiv Marketing          : I Wayan Krisna Widsatrya
Kodiv Transkoper         : I Ketut Yoga Sedana
Kodiv Konsumsi            : Luh Putu Ratna Devyani
Kodiv Kerohanian         : Ni Nyoman Ayu Shri Smertini Adhi

Segitu aja dulu ceritanya, mau kuliah dulu. Nanti akan saya ceritakan lagi acaranya sendiri seperti apa :D
Oh ia foto-fotonya nanti juga ya sekalian..
Read More

Tuesday, 22 May 2012

Schedulling Process

Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Penjadwalan bertugas memutuskan proses yang harus berjalan dan kapan atau berapa lama proses itu berjalan. Sasaran utama penjadwalan proses adalah optimasi kinerja menurut kriteria tertentu, yaitu :
–   adil
–   efisiensi
–   waktu tanggap (response time)
–   turn arround time
–   throughput

Tipe penjadwalan:
Penjadwalan jangka pendek (short-termscheduller)
Penjadwalan ini bertugas menjadwalkan alokasi pemroses diantara proses-proses ready di memori utama.
Penjadwalan jangka menengah (medium termscheduller )
Penjadwalan jangka menengah adalah menangani proses-proses swapping (aktivitas pemindahan proses yang tertunda dari memory utama ke memory sekunder).
Penjadwalan jangka panjang (long-termscheduller)
Penjadwalan jangka panjang bekerja terhadap antrian batch (proses – proses dengan penggunaan sumberdaya yang intensif) dan memilih batch berikutnya yang harus di eksekusi.
Ada 2 strategi penjadwalan :

Penjadwalan nonpreemptive
Proses yang sedang berjalan tidak dapat disela. Proses diberi jatah waktu oleh pemroses, maka pemroses tidak dapat diambil alih oleh proses lain sampai proses itu selesai.
Penjadwalan preemptive
Proses diberi jatah waktu oleh pemroses, maka pemroses dapat diambil alih proses lain, sehingga proses disela sebelum selesai dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu pemroses tiba kembali pada proses itu.
Penjadwalan secara preemptive baik tetapi harus dibayar mahal. Peralihan proses memerlukan overhead (banyak tabel yang dikelola). Supaya efektif, banyak proses harus berada di memori utama sehingga proses-proses tersebut dapat segera running begitu diperlukan.
ALGORITMA PENJADWALAN

Penjadwalan CPU menyangkut penentuan proses-proses yang ada dalam ready queue yang akan dialokasikan pada CPU. Terdapat beberapa algoritma penjadwalan CPU seperti dijelaskan pada sub bab di bawah ini.

1. First-Come First-Served Scheduling (FCFS)
Proses yang pertama kali meminta jatah waktu untuk menggunakan CPU akan dilayani terlebih dahulu. Pada skema ini, proses yang meminta CPU pertama kali akan dialokasikan ke CPU pertama kali. Misalnya terdapat tiga proses yang dapat dengan urutan P1, P2, dan P3 dengan
waktu CPU-burst dalam milidetik yang diberikan sebagai berikut :
Process    Burst Time
P1               24
P2                3
P3                3
Gant Chart dengan penjadwalan FCFS adalah sebagai berikut :
Waktu tunggu untuk P1 adalah 0, P2 adalah 24 dan P3 adalah 27 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah (0 + 24 + 27)/3 = 17 milidetik. Sedangkan apabila proses datang dengan urutan P2, P3, dan P1, hasil penjadwalan CPU dapat dilihat pada gant chart berikut :
Waktu tunggu sekarang untuk P1 adalah 6, P2 adalah 0 dan P3 adalah 3 sehingga ratarata waktu tunggu adalah (6 + 0 + 3)/3 = 3 milidetik. Rata-rata waktu tunggu kasus ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kasus sebelumnya. Pada penjadwalan CPU dimungkinkan terjadi Convoy effect apabila proses yang pendek berada pada proses yang panjang. Algoritma FCFS termasuk non-preemptive. karena, sekali CPU dialokasikan pada suatu proses, maka proses tersebut tetap akan memakai CPU sampai proses tersebut melepaskannya, yaitu jika proses tersebut berhenti atau meminta I/O.

2. Shortest Job First Scheduler (SJF)
Pada penjadwalan SJF, proses yang memiliki CPU burst paling kecil dilayani terlebih dahulu. Terdapat dua skema :
1. Non preemptive, bila CPU diberikan pada proses, maka tidak bisa ditunda sampai CPU burst selesai.
2. Preemptive, jika proses baru datang dengan panjang CPU burst lebih pendek dari sisa waktu proses yang saat itu sedang dieksekusi, proses ini ditunda dan diganti dengan proses baru. Skema ini disebut dengan Shortest-Remaining-Time-First (SRTF). SJF adalah algoritma penjadwalan yang optimal dengan rata-rata waktu tunggu yang minimal. Misalnya terdapat empat proses dengan panjang CPU burst dalam milidetik.
Process              ArrivalTime        Burst Time
P1                        0.0                        7
P2                        2.0                        4
P3                        4.0                        1
P4                        5.0                        4
Penjadwalan proses dengan algoritma SJF (non-preemptive) dapat dilihat pada gantchart berikut :
Waktu tunggu untuk P1 adalah 0, P2 adalah 26, P3 adalah 3 dan P4 adalah 7 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah (0 + 6 + 3 + 7)/4 = 4 milidetik.
Waktu tunggu untuk P1 adalah 9, P2 adalah 1, P3 adalah 0 dan P4 adalah 4 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah (9 + 1 + 0 + 4)/4 = 3 milidetik.

3 Priority Scheduling
Algoritma SJF adalah suatu kasus khusus dari penjadwalan berprioritas. Tiaptiap proses dilengkapi dengan nomor prioritas (integer). CPU dialokasikan untuk proses yang memiliki prioritas paling tinggi (nilai integer terkecil biasanya merupakan prioritas terbesar). Jika beberapa proses memiliki prioritas yang sama, maka akan digunakan algoritma FCFS. Penjadwalan berprioritas terdiri dari dua skema yaitu non preemptive dan preemptive. Jika ada proses P1 yang datang pada saat P0 sedang berjalan, maka akan dilihat prioritas P1. Seandainya prioritas P1 lebih besar dibanding dengan prioritas P0, maka pada non-preemptive, algoritma tetap akan menyelesaikan P0 sampai habis CPU burst-nya, dan meletakkan P1 pada posisi head queue. Sedangkan pada preemptive, P0 akan dihentikan dulu, dan CPU ganti dialokasikan untuk P1. Misalnya terdapat lima proses P1, P2, P3, P4 dan P5 yang datang secara berurutan dengan CPU burst dalam milidetik.
Process    Burst Time      Priority
P1             10                     3
P2              1                      1
P3              2                      3
P4              1                      4
P5              5                      2
Penjadwalan proses dengan algoritma priority dapat dilihat pada gant chart berikut :

4 Round-Robin Scheduling
Konsep dasar dari algoritma ini adalah dengan menggunakan time-sharing. Pada dasarnya algoritma ini sama dengan FCFS, hanya saja bersifat preemptive. Setiap proses mendapatkan waktu CPU yang disebut dengan waktu quantum (quantum time) untuk membatasi waktu proses, biasanya 1-100 milidetik. Setelah waktu habis, proses ditunda dan ditambahkan pada ready queue. Jika suatu proses memiliki CPU burst lebih kecil dibandingkan dengan waktu quantum, maka proses tersebut akan melepaskan CPU jika telah selesai bekerja, sehingga CPU dapat segera digunakan oleh proses selanjutnya. Sebaliknya, jika suatu proses memiliki CPU burst yang lebih besar dibandingkan dengan waktu quantum,
maka proses tersebut akan dihentikan sementara jika sudah mencapai waktu quantum, dan selanjutnya mengantri kembali pada posisi ekor dari ready queue, CPU kemudian menjalankan proses berikutnya. Jika terdapat n proses pada ready queue dan waktu quantum q, maka setiap proses mendapatkan 1/n dari waktu CPU paling banyak q unit waktu pada sekali penjadwalan CPU. Tidak ada proses yang menunggu lebih dari (n-1)q unit waktu. Performansi algoritma round robin dapat dijelaskan sebagai berikut, jika q besar, maka yang digunakan adalah algoritma FIFO, tetapi jika q kecil maka sering terjadi context switch.
Misalkan ada 3 proses: P1, P2, dan P3 yang meminta pelayanan CPU dengan quantum-time sebesar 4 milidetik.
Process     Burst Time
P1                 24
P2                  3
P3                  3
Penjadwalan proses dengan algoritma round robin dapat dilihat pada gant chart berikut :
Waktu tunggu untuk P1 adalah 6, P2 adalah 4, dan P3 adalah 7 sehingga rata-rata waktu tunggu adalah (6 + 4 + 7)/3 = 5.66 milidetik. Algoritma Round-Robin ini di satu sisi memiliki keuntungan, yaitu adanya keseragaman waktu. Namun di sisi lain, algoritma ini akan terlalu sering melakukan switching seperti yang terlihat pada Gambar 4-4. Semakin besar quantum-timenya maka switching yang terjadi akan semakin sedikit.


Read More

UKers Day, Ga Ada Ruginya

Mungkin namanya sedikit aneh. Acaranya juga sedikit aneh hehe.
Ini merupakan salah satu kegiatan anggota UNIKAHIDHA Universitas brawijaya. Tidak wajib dlaksanakan sih, tapi harus, demi mencerdaskan kehidupan bangsa #lho. Sebenarnya sih acaranya lebih bertujuan mengakrabkan antara senior dan junior, selain itu juga untuk menghilangkan penat dengan tugas-tugas kuliah dan beberapa kewajiban dan tanggung jawab berorganisasi dan kuliah, biar ga cepet botak ntar huehehe :p
UKers day kami biasanya melakukan ngumpul-ngumpul, jalan-jalan atau makan-makan. Tapi lebih sering makan-makan, terlebih kami disini mayoritas orang bali, kami selalu rindu akan masakan bali. Kami biasanya membuat masakan khas Bali. Ini juga dilakukan untuk memaksimalkan  SDM yang ada hahaha.
Untuk UKers day kali ini (19/05/2011) dilaksanakan di kontrakan saya, kontrakan saya memang menjadi langganan dalam kegiatan makan-memakan #eh. Ya begitulah, karena tempatnya lumayan luas dan tetangga yang bersahabat, meskipun ribut atau apalah itu, hahaha.
Nah terlepas dari manfaat bagi panitia yang mudah mencari tempat untuk penyelenggaraan acara ini, kontrakan ini juga diuntugkan lho, mau tau kenapa?
  1. Sebelum acara ini dilakukan pasti harus dibersihkan kan? Ya, nah enaknya ada yang bersihin sebelum atau sesudah acara
  2. Mengurangi pengeluaran bersama. Ini dalam artian menambah inventaris barang-barang yang ada, missal dapat sisa gas LPG, kecap baru, minyak goring, sunlight dan masih banyak lagi hahahaha
  3. Meningkatkan house rank. Kok kaya website aja bli? Ya memang, semakin sering ada kegiatan, semakin sering dikunjungi, jadi di mata teman-teman jadi lebih familiar dan mereka tidak kagok lagi kalo mau datang kesini, terutama cewek ya :p
  4. Mungkin masih banyak lagi keuntungannya, kita bahas lain kali aja ya
Oh iya biasanya ada sesuatu yang special lho sewaktu UKers day, kalo ada yang lagi ulang tahun siap-siap aja dapat kejutan. Jadi, yang pastinya acaranya ga ngebosenin. Asik, jadi lebih kenal satu sama lain. Kamu mau jail, mau berkreatifitas, silahkan!! Banyak manfaat dan sesuatu yang bias diambil, seperti kontrakan saya banyak yang bias diambil dari acara ini huehehehehe

sedikit penampakan acara :
Orang-orang yang bener-bener niat makan-makan
Para penonton setia (sedang berlangsung lomba memasak) huehehe
Dimanapun tetep maho "aku sayang kamu gik :3" wakakak
Taraaaaaa.... masakan pun sudah siap
Selalu berdoa dulu agar masakan tidak mengecewakan, "semoga setelah makan perut saya tdk sakit, amin" #ups hahaha
Selalu budayan antri meskipun yang dibelakang terlihat was-was "jangan banyak2 woy!!"

Ketika perut sudah tidak bisa diajak kompromi, hmmm
Mereka yang sudah aman karena ngambil duluan "untung duluan dapet krupuk dan lauk banyak" nyamm