I Made Riko Adi Saputra. Powered by Blogger.

Saturday, 14 August 2010

SEMUT SANG PEMBERI PELAJARAN

Semut merupakan binatang yang memiliki ukuran fisik/tubuh kecil. Semua orang pasti mengenal semut serta kebiasaan-kebiasaannya. Ada banyak jenis semut yang hidup di dunia ini. Entah ada berapa puluh jenis bahkan mungkin bisa ratusan atau mungkin ribuan, saya tidak tahu. Semut biasanya tinggal di tempat-tempat yang ada sumber makanannya. Hal itu wajar, karena jika tidak ada sumber makanan, maka mungkin mereka akan kelaparan.
Walaupun semut memiliki ukuran fisik yang kecil, tetapi mereka bisa memberikan pelajaran berharga bagi manusia. Seandainya kita bisa mengerti bahasa mereka, mungkin kita akan tahu apa yang mereka bicarakan. Sebagai manusia yang awam, saya mempunyai analisa sendiri tentang kebiasaan semut-semut itu. Semua ini hanya saya sandarkan pada kebodohan dan kejahilan diri saya.

Beberapa hal yang bisa saya ambil hikmah dari kebiasaan-kebiasaan semut ini, diantaranya :

1. Semut biasanya pada saat berpapasan akan berhenti sejenak dengan kepala yang saling berdekatan.
Kebiasaan semut berhenti sejenak dalam berpapasan dan saling mendekatkan kepalanya, ini memberikan pelajaran pada kita bahwa bertegur sapa adalah hal yang mulia. Hendaknya kita memberikan salam kepada siapa pun yang berpapasan dengan kita, menegur dengan suara lembut dan memberikan senyuman dengan penuh keikhlasan. Saling mendo’akan ketika bertemu dengan orang lain akan membuat kita berada dalam keberkahan. Orang sunda bilang dalam kiasannya “bahasa mah henteu meuli” atau dalam bahasa Indonesianya “bahasa itu enggak beli” alias gratis. Jadi apa yang membuat diri kita susah untuk bertegur sapa atau hanya sekedar mengucapkan salam dengan orang yang berpapasan dengan kita?

2. Biasanya semut berjalan pada arah yang sejalan atau sepertinya punya jalur khusus untuk rute perjalanannya.
Kebiasaan semut berjalan pada jalurnya, mungkin hal ini sebagai isyarat bagi kita agar selalu berjalan pada arah yang telah ditentukan. Jalan ini tentu saja jalan kebenaran sebagai jalur hidup kita. Jika kita keluar jalur, hal ini akan membuat diri kita salah jalan yang akhirnya tidak tahu kemana arah kita sesungguhnya. Tetapi dengan jalur yang benar, maka akan membuat kita sampai pada tujuan dengan selamat. Tapi siapakah yang memberi jalan semut-semut tersebut, apakah sang raja semut atau siapa? Yang pasti bahwa pemberi jalan buat manusia hanyalah Tuhan.

3. Pada saat salah satu semut menemukan makanan, secara otomatis teman-temannya berdatangan dengan cepatnya.
Kita sering melihat jika ada makanan yang berserakan maupun makanan yang tersimpan rapi. Maka, jika ada satu semut menemukannya, maka pasukannya akan segera berdatangan. Lalu bagaimana semut-semut itu tiba-tiba berdatangan dengan cepatnya. Kita tidak mengetahui bagaimana itu terjadi, apakah dengan bahasanya mereka menyuarakan bahwa ada makanan atau bagaimana?
Apapun yang terjadi kepada mereka kita tidaklah mengetahuinya, yang penting ada satu pelajaran berharga yang bisa kita sikapi. Pada saat satu semut menemukan makanan, maka yang lainnya datang. Hal ini memberi pelajaran kepada kita, seandainya kita punya makanan, alangkah baiknya kalau tetangga dan sanak saudara kita juga ikut kebagian menikmatinya. Kita tidak boleh berbuat kikir sehingga tetangga kita kelaparan. Janganlah kita memakan sendiri apa yang kita dapat melainkan untuk bisa saling berbagi, saling memberi dan saling membahagiakan.

4. Kebiasaan semut membawa makanan ke sarangnya pada saat menemukan makanan.
Salah satu kebiasaan unik lainnya adalah membawa makanan ke sarangnya. Terkadang makanan yang besar ia bawa secara gotong royong sampai ke sarangnya. Dan untuk makanan yang kecil, mereka bawa sendiri-sendiri ke sarangnya tanpa mampir dulu di jalan untuk menikmatinya sendiri terlebih dahulu. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kebiasaan semut yang satu ini.
Pertama, sifat kegotong royongan mereka yang begitu tinggi. dimana ada pekerjaan yang besar dan menyangkut kepentingan bersama, mereka bahu membahu melakukannya dengan tidak mengenal lelah. Mereka tetap membawa makanan berharga itu walaupun mungkin perutnya lapar. Mungkin mereka pikir akan terasa indah bila bisa menikmatinya bersama-sama dalam sarangnya.
Kedua, sifat kesetiakawanan mereka yang luar biasa, ketika ada yang memerlukan bantuan mereka dengan cepat membantu rekannya yang sedang ditimpa kesusahan, yaitu pada saat menanggung beban berat. Mereka tidak duduk manis sambil menonton temannya berjuang keras dalam menghadapi permasalahannya. Begitu juga dengan kita, hendaknya dapat merasakan apa yang orang lain rasakan. Sehingga kita tidak berbuat semena-mena terhadap orang lain dan senantiasa kita selalu menjaga sikap kesetiakawanan kita.
Ketiga, sifat kejujuran yang mereka tanamkan, makanan kecil yang ia bawa, bisa saja ia bawa lari sendiri dan menikmatinya sendiri. Akan tetapi kita sering melihat mereka tetap membawa makanan kecil secara teratur ke sarangnya. Hikmah yang bisa ambil dari hal ini adalah kita seharusnya bersikap jujur pada saat kita dititipi amanah. Jangan menguranginya apalagi tidak menyampaikannya.
Keempat, belas kasihan diantara sesama mereka, apa yang mereka bawa mungkin saja ada semut yang sedang sakit sehingga memerlukan makanan atau ada semut-semut kecil yang baru tumbuh dan menginginkan makanan untuk pertumbuhannya. Begitupun dengan manusia, apabila ada Saudara kita yang kelaparan, maka selayaknyalah kita memberikan apapun yang kita punya agar rasa lapar mereka hilang.
Kelima, persembahan untuk sang Raja, kita tidak tahu apakah mereka melakukan hal itu (membawa makanan ke sarangnya) karena ingin mempersembahkan makanan tersebut pada sang Raja atau bagaimana. Kalaupun ia, maka disinilah mereka memberikan pelajaran pada kita bahwa kita harus mempersembahkan yang terbaik pada Sang Khalik. Persembahan kita kepada Sang Khalik, tentunya bukan dengan memberikan makanan atau apa pun, karena Sang Khalik tidak memerlukan makanan dan minuman, melainkan kita dapat mensyukuri nikmat-Nya dengan cara bersedekah dan beramal.

5. Ketika kita mengganggu semut, maka mereka akan menggigit bahkan menyengat kita.
Ada hikmah yang bisa kita ambil dari kebiasaan semut seperti ini. Pelajaran untuk tidak mengganggu orang lain terlebih orang yang tidak memiliki kuasa, baik itu miskin, cacat, jelek atau pun ketidak sempurnaan yang lainnya. Jika kita menggaggu bahkan menyakiti mereka, sesungguhnya doa mereka termasuk doa yang cepat dikabulkan, yaitu orang-orang yang teraniaya akibat perilaku buruk kita pada mereka. Pelajaran lain pada kebiasaan ini adalah mereka membalas perilaku buruk kita pada mereka dengan bereaksi langsung. Hal ini tentunya bukan berarti kita harus membalas apa yang telah mereka perbuat terhadap kita.

Semut disini memberikan gambaran bahwa mereka pun bisa mengingatkan manusia pada saat manusia mengganggu dirinya, dengan menggigit atau menyengatnya. Ini memberikan gambaran pada kita bahwa orang-orang kecil ini bisa menyengat atau pun menghancurkan orang-orang yang telah menganiayanya dengan doanya yang makbul.
Apa yang saya tulis, hanyalah tulisan yang didasari oleh persepsi seorang yang bodoh dan awam terhadap agama dan tentunya sebagai manusia yang hanya bisa menebak apa yang mereka perbuat, karena kita tidak diberikan kemampuan untuk mengerti bahasa mereka. Jika perkataan saya benar, hal itu semata-mata dari Tuhan sebagai pemilik mutlak kebenaran, dan jika perkataan saya salah, maka hal itu semata-mata karena kekurangan dan kobodohan saya. Paling tidak kita bisa mendapatkan pencerahan bagaimana cara bersikap dan bertingkah laku terhadap sesama manusia. Semoga tulisan ini bermanfaat dan kita menjadi orang-orang yang beruntung, Astungkara.

"Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari sebuah tulisan yang mengambil contoh kecil , yaitu seekor semut.. begitu maha besarnya Hyang Widhi yang telah memberikan kita kemampuan untuk selalu berfikir dengan sebaik mungkin , maka dari itu mulailah dari sekarang dengan sesama manusia saling bertegur sapa dan saling tolong menolong.
maka jadikan cerita ini resensi bagi hidup kita. "
Read More

Friday, 13 August 2010

Buku Cincin Merah di Barat Sonne


Melihat dari judulnya saya sudah tidak sabar untuk membuka, apakah setiap ceritanya akan mirip seperti Laskar Pelangi dan Sang Pimpi karya Andrea Hirata? atau Perahu Kertas karya Dewi Lestari? atau mungkin novel terjemahan Twilight karya Stephenie Meyer? Semuanya tidak ada yang mampu menjawab.
Cincin Merah di Barat Sonne. Sebuah buku yang membawa kita ikut hanyut dalam setiap cerita yang dituliskan. Seoalah olah saya sendiri dapat melihat kejadian itu, pengalaman yang seru dan menegangkan. Pengetahuan tentang geodesi di masukkan dengan sangat atraktif (meskipun saya kurang tahu betul tentang ilmu geodesi), sehingga kita menjadi lebih gampang untuk memahami apa maksudnya. selain itu dalam buku ini syarat dengan nilai sosial dan cinta kasih.
dalam cerita juga dimasukkan beberapa cerita lucu. Setiap bagian cerita menjadi tidak monoton, karena terkadang kita terhibur dengan adanya cerita yang kocak, namun kita akan merasa haru ketika membaca beberapa bagian yang menyentuh hati.
Saya sempat mencari di paman google, apa sih Sonne itu? banyak pengertian yang saya dapatkan, ada yang menyebutkan matahari, ada juga cincin. Ketika kita hunbungkan dengan judulnya jadinya aneh. Namun semua itu terjawab ketika saya membaca buku CMDBS ini. keren.
Dalam cerita, ketika kita berada di tengah lautan yang luas, dihadapi oleh cobaan, ketika kita mengingat dan melaksanakan kewajiban, merenungi nasib, memikirkan sanak dan saudara, orang tua, keluarga, sedikit humor yang syarat akan makna, kecintaan kepada tanah air, semuanya terangkum dan diceritakan dengan lugas dan bahasa yang sederhana, sangat mudah untuk dipahami dan syarat akan makna.
Keindahan laut tergambar nyata, dalam rangkaian kata yang terus mengalir, si penulis berkisah layaknya mendongeng. Semua kejadian selama 28 hari diceritakan dengan sangat runtut, sangat seru untuk dinikmati. Setiap bagian cerita rasanya tidak habis kita nikmati membuat kita menjadi penasaran.

Keren sekali Wigus. Semoga cerita ini dapat di Filmkan, hehe..
Untuk berikutnya buat kisah mulai dari Desa Tegaljadi hingga keliling dunia. Pasti bakal seru dan Motivatif, apalagi ditulis dengan sangat sederhana.
Read More

Google+ Badge